“Pada 2020, kemiskinan diproyeksi meningkat menjadi 12,4%, maka sekitar 11 juta anak dari rumah tangga rentan berpotensi menjadi pekerja anak (The SMERU Research Institute). Hal ini merupakan persoalan serius, mengingat pada 2030, sebanyak 70% anak generasi penerus ditargetkan menjadi generasi produktif yang bekerja di sektor sesuai minat masing-masing,” ungkap Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi, Kemen PPPA, Valentina Gintings dalam acara Webinar Pencegahan Eksploitasi Ekonomi pada Anak di Masa Pandemi Covid-19 (28/7). Sementara itu data Sakernas pada Agustus 2020, diketahui 9 dari 100 anak usia 10-17 tahun (9,34 persen atau 3,36 juta anak) bekerja. Dari 3,36 juta anak yang bekerja tersebut, sebanyak 1,17 juta merupakan pekerja anak. Anak yang putus sekolah sangat rentan dipekerjakan dan sebaliknya, anak yang dipekerjakan juga rentan mengalami putus sekolah. Kemendikbud menyebutkan angka angka putus sekolah SD naik 10 kali lipat selama pandemi. Jika ditelurusi lebih lanjut penyebab anak putus sekolah adalah masalah ekonomi atau kemiskinan. Oleh karena itu untuk menangani persoalan anak perlu dibarengi dengan upaya pemberdayaan ekonomi anak dan keluarganya. Omah Sinau Gesang (OSG) Creative Space yang memiliki visi mewujudkan sebuah komunitas masyarakat desa yang kritis, kreatif dan solutif terhadap permasalahan sosial ekonomi di sekitarnya, menawarkan sebuah ide kreatif bertajuk Pasar Kebun ‘A Market Under The Trees’ untuk berkontribusi menurunkan angka anak prasejahtera yang mengalami putus sekolah, menjadi pekerja anak dan menjalani pernikahan anak. Pasar kebun adalah ajang promosi bagi UMKM keluarga penerima manfaat serta ruang pembelajaran entrepreneurship bagi anak anak penerima manfaat (anak Pra-sejahtera) yang mendemonstrasikan bahwa dengan dukungan yang tepat penerima manfaat dapat menjadi subyek dan penggerak pembangunan. Pada tahun 2022, melalui program Pasar kebun, kami bermaksud untuk menjangkau 30 anak prasejahtera, membimbing dan memfasilitasi mereka sehingga menjadi ‘youthpreneur’ yang memiliki ‘ growth mindset’ yang sangat penting untuk menjamin keberlanjutan pendidikan mereka baik secara formal maupun non formal. Kami juga bermaksud membantu 30 pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui serangkaian intervensi diantara jeda pasar kebun yang akan kami selenggarakan secara reguler dan berkelanjutan.
Cara Berdonasi :
1. Klik Donasi Sekarang
2. Ketik Nominal Donasi
3. Ketik Nama Lengkap atau Centang Anonim
4. Ketik Nomor Handphone
5. Ketik Komentar
6. Pilih Metode Pembayaran (BSI/BCA/MANDIRI/GOPAY/VA)
7. Klik Donasikan, ikuti arahan selanjutnya
8. Berhasil, Selesai