Ibu Sugiyarti Butuh Kaki Palsu untuk Pergi Mengaji

Kategori: Disabilitas

Bakrie Amanah

Penggalang Dana telah terverifikasi
terkumpul Rp0
0%
dari Rp25.000.000
Selesai

“Saya pasrah, tapi tetap semangat. Yang penting bisa sehat, bisa melihat cucu, bisa tetap ibadah meski duduk. Saya terima semua ini, yang penting masih diberi umur dan kesempatan,”

Ibu Sugiyarti dengan mata berkaca-kaca Sugiyarti nama nya, di usia 60 tahun tetap berusaha kuat menjalani hidup meski harus kehilangan satu kakinya akibat komplikasi diabetes. Dulu, Ibu Sugiyarti dikenal sebagai sosok pekerja keras, setiap pagi ia harus berjualan gorengan titipan, untuk mencukupi kebutuhan hidup. Namun sejak penyakitnya semakin parah dan kakinya harus diamputasi, kehidupannya
berubah total.

Semua bermula pada tahun 2004, ketika jempol kaki Ibu Sugiyarti mulai membengkak dan tidak kunjung sembuh. Meski sudah berobat berkali-kali, infeksi terus menyebar hingga akhirnya dokter menyarankan amputasi pada tahun 2005. Kini, beliau harus berjuang dengan keterbatasan fisik dan rasa nyeri yang masih sering muncul di area luka amputasi.

Meski kondisi tidak lagi sama, semangat Ibu Sugiyarti tidak pernah padam. Ia tetap berusaha mandiri dengan berjualan kecil-kecilan dari rumah, dibantu oleh anak dan tetangga sekitar. Namun hasilnya tidak seberapa, apalagi kebutuhan perawatan luka dan kontrol medis rutin masih harus dijalani setiap bulan. Ibu Sugiyarti bermimpi memiliki kaki palsu agar bisa kembali beraktivitas seperti dulu berdiri tegak, berjalan tanpa bantuan, dan melanjutkan usaha kecilnya agar tidak terus bergantung pada orang lain.

Dengan bantuan dan kepedulian kita bersama, harapan itu bisa terwujud. Setiap donasi akan membantu biaya pembuatan kaki palsu, perawatan luka, dan kebutuhan dasar sehari-hari Ibu Sugiyarti.

Teman-teman mari bersama kita bantu Ibu Sugiyarti kembali melangkah. Karena di setiap langkah kecil yang ia ambil, ada harapan besar yang kita bantu wujudkan.